Monday, October 21, 2019

4 Tim Siap Berlaga di Semifinal Ujungjaya Cup U-19


Babak Penyisihan Turnamen Sepakbola Ujungjaya Cup U-19 telah selesai dilaksanakan pada Jumat 18 Oktober 2019. Hasil Klasemen akhir tiap grup sudah diperoleh. Di grup A Sakurjaya lolos sebagai Juara grup, di grup B Cipelang tak terbendung memuncaki klasemen grup, dan di grup C Cibuluh yang berhasil menjadi pemuncak klasemen. Alhasil ketiga tim ini dinyatakan lolos otomatis ke Babak Semi Final. 

Satu tempat di semifinal diperuntukan untuk runnep up terbaik dari semua grup. Kalo melihat dari nilai Sukamulya lebih baik dari pesaing nya Keboncau dan Ujungjaya. Sukamulya memiliki 4 point, sementara Keboncau dan Ujungjaya cuma memiliki 3 point. Dari produktivitas gol Keboncau lebih baik dari Ujungjaya. 

Namun ternyata mimpi Sukamulya dan Keboncau untuk bisa lolos ke Semifinal buyar sudah setelah Panitia mengeluarkan keputusan bahwa ada beberapa tim yang terbukti memainkan satu atau beberapa orang pemain di atas usia 19 tahun. Dan sanksi yang diberikan berupa pengurang poin tim-tim tersebut sebanyak 2 (dua) poin. Tim-tim yang dikurangi 2 poin tersebut adalah Sakurjaya, Sukamulya, Cipelang dan Keboncau. 

Hasil papan klasemen pun berubah. Di grup A Sakurjaya masih beruntung tetap menjadi juara grup, karena pesaingnya Sukamulya juga dikurangi 2 Poin, sehingga hasil poin keduanya sama-sama menjadi 2 poin, tapi Sakurjaya tetap unggul produktivitas gol dan lolos ke Semifinal. Di grup B Cipelang nilainya menjadi 4 dan Keboncau nilainya menjadi 1 poin setelah sama-sama dikurangi 2, Cipelang pun tetap lolos ke Semifinal. Di grup C tidak ada tim yang terkena sanksi, Cibuluh tetap juara grup dan lolos ke Semifinal didampingi Ujungjaya sebagai Runner up terbaik. 

Berikut Klasemen Akhir setelah ada sanksi pengurangan nilai point :




Saat dikonfirmasi kepada ketua panitia pelaksana Dede Utomo, hal itu memang benar adanya. Panitia tetap tegas menjalankan aturan yang telah disepakati bersama. “Memang aturannya seperti itu, tim yang terbukti memainkan pemain melebihi umur yang ditetapkan dikenai sanksi berupa pengurangan poin sebanyak 2 poin, tapi Alhamdulillah setelah kami rapat dengan semua official team, mereka menerima keputusan panitia ini” ujarnya.

Ditanya soal waktu pelaksanaan Babak Semifinal Dede Uto menjawab “Kita akan rapat lagi hari selasa 22 Oktober sekaligus pengundian” demikian pungkasnya.
 

Thursday, October 10, 2019

Pertandingan Sepakbola Antar Desa Se-Kecamatan Ujungjaya Kembali Digelar


Gairah Sepakbola Ujungjaya Kembali bangkit. Setelah sekian lama mati suri Pertandingan Sepakbola antar desa se-Kecamatan Ujungjaya kembali digelar. Sering terjadinya keributan pada setiap pertandingan Sepakbola di Kecamatan Ujungjaya, terutama turnamen antar desa, menyebabkan olahraga ini tidak dipertandingkan lagi pada kejuaraan antar desa. Namun pada Kamis sore tanggal 10 Oktober 2019, pecinta sepakbola Ujungjaya kembali bisa menonton, bersorak gembira menyaksikan turnamen sepakbola antar desa yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Sumpah Pemuda dan bertempat di lapang sepakbola Cikuleu Desa sakurjaya.

Turnamen ini digelar berkat kerjasama yang baik antara Forum Karang Taruna Kecamatan Ujungjaya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Ujungjaya. Turnamen terasa sangat istimewa karena selain dihadiri oleh Camat Ujungjaya, Kapolsek Ujungjaya serta Danramil 1009, Pembukaan turnamen ini juga dihadiri oleh Manager Persib Bandung H. Umuh Muhtar. Hadir pula pada acara pembukaan itu Kepala Desa Se-Kecamatan Ujungjaya, Unsur Keamanan dari TNI dan Polri, LSM Pemuda Pancasila, GMBI serta tentunya para peserta dari 9 desa yang dibawa oleh official tim karang taruna tiap desa.

Dalam sambutannya Camat Ujungjaya Didin Hermawan, memotivasi para peserta agar serius menekuni dunia sepakbola karena tidak sedikit orang berkarir di olahraga ini punya penghasilan yang besar, beliau bahkan mencontohkan bahwa penghasilannya sebagai camat jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan pemain Persib Bandung yang gajinya antara 50 juta sampai ratusan juta per bulan. Hal senada disampaikan H.Umuh Muhtar, beliau memaparkan memang permain Persib gajinya paling rendah 50 juta per bulan bahkan pemain asing yang dikontrak Persib bayarannya mencapai ratusan juta rupiah per bulan, seperti Michael Essien yang dibayar Persib 11,5 Milyar per tahun atau kurang lebih 950 juta per bulan. Selanjutnya Manajer Persib ini berharap pertandingan berjalan lancar, tertib dan aman. Beliau juga memotivasi lagi dengan berjanji akan menambah jumlah hadiah pada turnamen tersebut yaitu hadiah juara pertama akan beliau tambah 2,5 juta, hadiah kedua ditambah 2 juta dan hadiah ketiga ditambah 1,5 juta. Sementara peserta yang tidak menjadi juara masing-masing akan dikasih bonus 750 ribu, adapun wasit yang memimpin pertandingan H. Umuh akan memberi bonus 500 ribu per orang.

Selanjutnya acara pembuka turnamen sepakbola tersebut dibuka dengan pertandingan tim Desa Sakurjaya melawan tim Desa Sukamulya yang Kick Offnya dilakukan oleh H. Umuh Muhtar. Sementara wasit yang memimpin pertandingan adalah Bapak Dadang dari Koramil 1009. Dan Hasil dari pertandingan tersebut berakhir seri 1-1. Peserta Turnamen ini dibagi menjadi 3 group di babak penyisihan, dan Juara tiap group serta satu runner up terbaik akan lolos ke semi final final.
Semoga sepakbola ujungjaya kembali jaya.




Monday, June 24, 2019

Berkat Jabar Quick Respon, Ma Een Mendapat Perawatan di RSHS


Ma Een (58thn) warga Dusun Cilega Desa Sakurjaya Kecamatan Ujungjaya Kabupaten Sumedang, mendapat perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Wanita Lansia ini menderita penyakit Sirosis Hepatitis yang sudah lama. Karena Keadaan ekonomi yang kurang dan sanak keluarga yang sedikit, Ma Een sulit untuk melakukan pengobatan. Memang dia punya Kartu Indonesia Sehat, tapi untuk biaya atau ongkos berobat kesana kemari tentunya memerlukan biaya.

Seorang warga yang juga menganggap keluarga ma Een sebagai orang tua nya melaporkan keadaan Ma Een kepada Jabar Quick Respon untuk memohon bantuan pengobatan. Dan permohonan tersebut diterima oleh tim JQR.

Pada Selasa malam, tanggal 18 Juni 2019 tim JQR mendatangi rumah Ma Een. Dibantu aparat desa Sakurjaya, tim JQR memverifikasi kebenaran aduan keadaan dan penyakit Ma Een. Pada malam itu juga tim JQR beserta aparat desa berkoordiansi dengan Pihak Puskesmas Ujungjaya untuk memohon penggunaan Mobil Ambulance.

Keesokan harinya Rabu 19 Juni 2019 sekira Pukul 07.30, Ade (39thn) Aparat Desa Sakurjaya datang ke Puskesmas untuk memohon Ambulance membawa Ma Een ke RSHS, karena ada beberapa Prosedur yang harus ditempuh Ma Een baru bisa diberangkatkan ke Bandung Pukul  10.30.

Ambulance tiba di Bandung sekira pukul 15.00. Ma Een tidak bisa langsung ke Rumah Sakit karen Sesuai rujukan dari RS Cideres yang dibawanya Ma Een dirujuk ke Poli Penyakit Dalam. Ma Een beserta keluarganya UDI suaminya, dan ma Cicih kakak satu satunya di tempatkan dulu di Rumah Teduh oleh Tim JQR. Sementara Tim Puskesmas beserta Ade (Aparat Desa) kembali ke Ujungjaya dengan Ambulance.

Keesokan harinya Kamis 20 Juni 2019, Ma Een didampingi tim JQR berobat ke RSHS, Ma Een harus diperiksa Laboratorium karena dari RS Cideres baru ada hasil USG. Namun hasil Lab baru bisa diketahui Pada Tanggal 24 atau hari Senin. Hasil Koordinasi Tim JQR dan Pemerintah Desa Sakurjaya disepakati Ma Een beserta keluarga tetap Nginap di Bandung sampai hari Senin.Tim JQR bersedia memenuhi kebutuhan mereka selama di Bandung.




Pada Senin 24 Juni 2019, hasil pemeriksaan Lab terhadap Ma Een, Pihak RSHS menyimpulkan Ma Een harus dirawat. Keluarganya pun pasrah, mereka hanya berharap Ma Een bisa terobati dan sembuh seperti sedia kala.