Friday, September 21, 2018

Kader Posyandu Sakurjaya Gelar Pelatihan di Dapung Park

Pada Kamis 20 September 2018, Pemerintah Desa Sakurjaya mengadakan kegiatan Pelatihan / Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu. Kegiatan tersebut berbeda dengan kegiatan-kegiatan sebelumnya, karena dilaksanakan di alam terbuka yaitu di Kebun karet wilayah Desa Sakurjaya yang diberi nama Dapung Park.

Dua hal yang menjadi alasan kegiatan tersebut dilaksanakan di Dapung Park, yaitu ;
Pertama, Karena Gedung Desa Sakurjaya sedang di renovasi, Kedua, untuk mempromosikan kawasan Dapung Park sebagai tempat wisata sederhana bagi masyarakat Kecamatan Ujungjaya dan sekitarnya. "Kami sengaja memilih Dapung Park sebagai tempat kegiatan ini karena selain gedung desa sedang direnovasi, kita juga ingin mempromosikan kawasan Dapung Park sebagai tempat wisata sederhana bagi masyarakat Ujungjaya dan sekitarnya" Demikian dikatakan pelaksana kegiatan Ade Rasip (39) saat ditemui di ruang kerjanya.

Hal senada diungkapkan Kepala Desa Sakurjaya Yaya Jaedi Wijaya, beliau mengemukakan bahwasannya Pemerintah Desa Sakurjaya memang berpikir keras untuk bisa membuat kawasan wisata di wilayah Desa Sakurjaya, adanya kawasan hutan karet yang luas dan sejuk membuat pemerintah Desa Sakurjaya terinspirasi untuk membuat kawasan tempat istirahat yang sejuk dan ramai dikunjungi orang. Pemikiran tersebut ternyata juga sejalan dengan Perhutani yang membolehkan kawasan hutan karet dapung dijadikan tempat istirahat dan juga tempat berjualan.

Kawasan hutan karet Dapung Park memang menjadi alternatif warga Ujungjaya dan sekitarnya untuk beristirahat dan mengadakan hiburan ringan. Suasana yang sejuk dan teduh karena banyak pohon karet membuat Dapung Park menjadi tempat yang baik sebagai tempat berteduh dari panasnya kawasan Ujungjaya. Beberapa orang atau Kelompok kelompok tertentu sering mengadakan kegiatan disana, baik hanya sekedar melepas lelah maupun mengadakan acara pertemuan.

Selain kawasan Dapung Park masih ada lagi tempat di wilayah Desa sakurjaya yang bisa dijadikan kawasan wisata, seperti Hutan Jati Satim dan Pemandian Mata Air Cibatok. Bila dikembangkan kawasan ini bisa dijadikan kawasan wisata. Permasalahannya adalah kawasan ini termasuk wilayah Perhutani, sehingga dalam pengembangan dan pengelolaannya perlu ada kerjasama yang baik antara pemerintah Desa Sakurjaya dan Perhutani.





Saturday, September 15, 2018

Kader JKN KIS Bantu Pendaftaran dan Pembayaran BPJS

1 Januari 2019 menjadi tolak ukur kinerja BPJS Kesehatan dalam upayanya mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) atau Cakupan Semesta. Hal tersebut merupakan tantangan BPJS Kesehatan untuk memastikan semua orang mendapatkan pelayanan lesehatan yang dibutuhkan. Sejak April 2017 BPJS Kesehatan membuat inovasi dengan membuka Program Kader Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat JKN-KIS yang diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan jumlah kepesertaan dan kolektabilitas iuran BPJS Kesehatan pada segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) merupakan peserta yang tidak mendapatkan penghasilan tetap, karena itu beberapa dari mereka masih enggan untuk terdaftar menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Salah satu kesulitan yang mereka hadapi adalah dalam proses pendaftaran yang jauh dari tempat mereka bermukim. Maka dengan adanya Program Kader JKN-KIS di beberapa desa dimana memiliki jumlah penduduk besar namun belum terdaftar dan banyak menunggkak akan memudahkan mereka untuk mendaftar dan membayar iuran.

“Saya melakukan kunjungan setiap harinya kerumah warga, sosialisasi di masyarakat dan di tempat umum. Memang sulit awalnya membuat mereka percaya dan mau saya bina namun setelah berjalan beberapa waktu akhirnya terbiasa juga, saya siap dukung BPJS Kesehatan untuk mewujudkan Universal Health Coverage” ujar Ade Rasip (39) kader Desa Sakurjaya dan Desa Ujungjaya Kecamatan Ujungjaya Kabupaten Sumedang.

Kader JKN-KIS, merupakan wujud partisipasi masyarakat dalam mensukseskan Program JKN-KIS yang diharapkan dapat mengoptimalkan sosialisasi, edukasi, serta sebagai pengingat dan pengumpul iuran. Secara berkala, peserta dan calon peserta JKN-KIS akan diberi edukasi melalui kunjungan-kunjungan agar tertib dalam melaksanakan kewajiban membayar iuran serta memahami pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Kader JKN-KIS juga berprofesi sebagai agen PPOB, sehingga apabila peserta ingin melakukan pembayaran iuran bulanan dapat langsung melalui Kader JKN-KIS tersebut.