Wednesday, October 17, 2018

Fakta dibalik Hasiil Pilkades Serentak di Kecamatan Ujungjaya


3 Desa di Kecamatan Ujungjaya Gelar Pemilihan Kepala Desa serentak pada Rabu 17 Oktober 2018. Desa desa tersebut adalah Desa Ujungjaya, Desa Sukamulya dan Desa Kudangwangi. Hasilnya ada 2(dua) fakta yang tidak bisa dipungkiri, yaitu :
1.       Incumben Kalah
2.       Generasi Muda Menang.

Mari kita cermati, hasil pemilihan di setiap desa.
1.       Desa Ujungjaya
Desa Ujungjaya di ikuti 3 calon kepala desa yaitu:
1)      Ius Ruswali, dari Kalangan Generasi Muda dan Pesantren
2)      Cucun Alfian, dari Kalangan Generasi Muda
3)      Asep Casdita, dari Incumben
Hasilnya : Cucun Alfian Menang dan unggul telak dari Incumben tapi beda tipis sekali dengan perolehan suara Ius Ruswali.

2.       Desa Sukamulya
Desa Sukamulya juga di ikuti oleh 3 calon kepala desa yaitu :
1)      Aswinder, dari Incumben (karena menjadi PJS Kepala Desa Sukamulya)
2)      Rusta, dari Kalangan senior dan pernah menjabata sebagai perangkat desa
3)      Dandan, dari Kalangan Generasi Muda
Hasilnya : Dandan Menang dengan suara yang cukup jauh dari semua saingannya.

3.       Desa Kudangwangi
Desa Kudangwangi diikuti oleh 4 calon kepala desa, yaitu :
1)      Dede, dari kalangan Generasi muda
2)      H. Didi, dari kalangan Tokoh masyarakat
3)      Maman, dari kalangan Generasi Muda
4)      Cecep, dari Incumben (Karena menjabat sebagia Sekdes)
Hasilnya : Maman menang dan Incumben Cecep Sekdes Kalah.

Jadi dapat disimpulkan Incumben semuanya Kalah. Dan Generasi Muda Menang. Ini juga bisa diartikan bahwa masyarakat tidak puas atau kecewa terhadap pimpinan sebelumnya dan berharap ada semangat baru dari generasi muda yang memimpin desa nya untuk perubahan yang lebih baik.

Hasil ini juga menjadi peringatan keras untuk Pilkades berikutnya. Para Kepala desa incumben harus mencermati ini, masih ada waktu bagi mereka untuk memperbaiki kinerja jikalau berniat ikut kembali di Pilkades. Pun demikian dengan para anggota DPR yang saat ini menjabat di legislatif mereka harus bisa menilai diri sendiri atas kinerjanya selama ini, apakah sudah baik atau belum?.

Masyarakat sekarang sudah cerdas, tahu mana yang harus dipilih, bila mereka maresa tidak puas dengan kinerja pemimpinnya bukan mustahil mereka akan memilih pemimpin yang baru, baik Kepala Desa, Anggota legislatif maupun Presiden.

Friday, September 21, 2018

Kader Posyandu Sakurjaya Gelar Pelatihan di Dapung Park

Pada Kamis 20 September 2018, Pemerintah Desa Sakurjaya mengadakan kegiatan Pelatihan / Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu. Kegiatan tersebut berbeda dengan kegiatan-kegiatan sebelumnya, karena dilaksanakan di alam terbuka yaitu di Kebun karet wilayah Desa Sakurjaya yang diberi nama Dapung Park.

Dua hal yang menjadi alasan kegiatan tersebut dilaksanakan di Dapung Park, yaitu ;
Pertama, Karena Gedung Desa Sakurjaya sedang di renovasi, Kedua, untuk mempromosikan kawasan Dapung Park sebagai tempat wisata sederhana bagi masyarakat Kecamatan Ujungjaya dan sekitarnya. "Kami sengaja memilih Dapung Park sebagai tempat kegiatan ini karena selain gedung desa sedang direnovasi, kita juga ingin mempromosikan kawasan Dapung Park sebagai tempat wisata sederhana bagi masyarakat Ujungjaya dan sekitarnya" Demikian dikatakan pelaksana kegiatan Ade Rasip (39) saat ditemui di ruang kerjanya.

Hal senada diungkapkan Kepala Desa Sakurjaya Yaya Jaedi Wijaya, beliau mengemukakan bahwasannya Pemerintah Desa Sakurjaya memang berpikir keras untuk bisa membuat kawasan wisata di wilayah Desa Sakurjaya, adanya kawasan hutan karet yang luas dan sejuk membuat pemerintah Desa Sakurjaya terinspirasi untuk membuat kawasan tempat istirahat yang sejuk dan ramai dikunjungi orang. Pemikiran tersebut ternyata juga sejalan dengan Perhutani yang membolehkan kawasan hutan karet dapung dijadikan tempat istirahat dan juga tempat berjualan.

Kawasan hutan karet Dapung Park memang menjadi alternatif warga Ujungjaya dan sekitarnya untuk beristirahat dan mengadakan hiburan ringan. Suasana yang sejuk dan teduh karena banyak pohon karet membuat Dapung Park menjadi tempat yang baik sebagai tempat berteduh dari panasnya kawasan Ujungjaya. Beberapa orang atau Kelompok kelompok tertentu sering mengadakan kegiatan disana, baik hanya sekedar melepas lelah maupun mengadakan acara pertemuan.

Selain kawasan Dapung Park masih ada lagi tempat di wilayah Desa sakurjaya yang bisa dijadikan kawasan wisata, seperti Hutan Jati Satim dan Pemandian Mata Air Cibatok. Bila dikembangkan kawasan ini bisa dijadikan kawasan wisata. Permasalahannya adalah kawasan ini termasuk wilayah Perhutani, sehingga dalam pengembangan dan pengelolaannya perlu ada kerjasama yang baik antara pemerintah Desa Sakurjaya dan Perhutani.





Saturday, September 15, 2018

Kader JKN KIS Bantu Pendaftaran dan Pembayaran BPJS

1 Januari 2019 menjadi tolak ukur kinerja BPJS Kesehatan dalam upayanya mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) atau Cakupan Semesta. Hal tersebut merupakan tantangan BPJS Kesehatan untuk memastikan semua orang mendapatkan pelayanan lesehatan yang dibutuhkan. Sejak April 2017 BPJS Kesehatan membuat inovasi dengan membuka Program Kader Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat JKN-KIS yang diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan jumlah kepesertaan dan kolektabilitas iuran BPJS Kesehatan pada segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) merupakan peserta yang tidak mendapatkan penghasilan tetap, karena itu beberapa dari mereka masih enggan untuk terdaftar menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Salah satu kesulitan yang mereka hadapi adalah dalam proses pendaftaran yang jauh dari tempat mereka bermukim. Maka dengan adanya Program Kader JKN-KIS di beberapa desa dimana memiliki jumlah penduduk besar namun belum terdaftar dan banyak menunggkak akan memudahkan mereka untuk mendaftar dan membayar iuran.

“Saya melakukan kunjungan setiap harinya kerumah warga, sosialisasi di masyarakat dan di tempat umum. Memang sulit awalnya membuat mereka percaya dan mau saya bina namun setelah berjalan beberapa waktu akhirnya terbiasa juga, saya siap dukung BPJS Kesehatan untuk mewujudkan Universal Health Coverage” ujar Ade Rasip (39) kader Desa Sakurjaya dan Desa Ujungjaya Kecamatan Ujungjaya Kabupaten Sumedang.

Kader JKN-KIS, merupakan wujud partisipasi masyarakat dalam mensukseskan Program JKN-KIS yang diharapkan dapat mengoptimalkan sosialisasi, edukasi, serta sebagai pengingat dan pengumpul iuran. Secara berkala, peserta dan calon peserta JKN-KIS akan diberi edukasi melalui kunjungan-kunjungan agar tertib dalam melaksanakan kewajiban membayar iuran serta memahami pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Kader JKN-KIS juga berprofesi sebagai agen PPOB, sehingga apabila peserta ingin melakukan pembayaran iuran bulanan dapat langsung melalui Kader JKN-KIS tersebut.
 


 
 

Tuesday, August 21, 2018

Milangkala Kecamatan Ujungjaya Ke 32

Pada Selasa, 21 Agustus 2018 kecamatan Ujungjaya memeriahkan hari jadinya yang ke 32. Acara yang digelar dihalaman kecamatan Ujungjaya itu berlangsung meriah dan lancar. Acara diawali dengan kegiatan Helaran Pawai pembangunan dari tiap desa. Helaran dimulai dari halaman desa Ujungjaya, selanjutnya masuk jalur blok Pesantren Ujungjaya dan berakhir di Pasar sebelah timur kantor Kecamatan Ujungjaya.

Acara inti berupa pagelaran seni dan pembagian hadiah bagi desa desa yang berprestasi pada lomba yang diadakan panitia. diantaranya lomba Administrasi desa, Lomba K3, Lomba Dasawisma dan sebagainya.




Desa Sakurjaya Gelar Pertunjukan Sandiwara Jawa

Memeriahkan HUT RI ke 73, desa Sakurjaya kecamatan Ujungjaya menggelar Pertunjukan Sandiwara Jawa. Acara yang berlangsung pada Senin, 20 Agustus 2018 itu berlangsung meriah yang dihadiri para penonton dari tiap wilayah di kecamatan dan diluar kecamatan Ujungjaya. Panatia peringatan hari besar nasional dan perangkat desa Sakurjaya menyiapkan acara ini dengan matang dan sudah diagendakan jauh jauh hari sejak bulan Juli.

Menurut salah seorang Panitia sekaligus Kaur Perencanaan Sakurjaya Ade Rasip mengatakan bahwa panitia dan pemdes Sakurjaya memang merencanakan itu jauh-jauh hari "Kita memang merencanakan ini jauh-jauh hari sebelumnya, bahkan saat musrenbang bulan Pebruari, kita sudah merencanakan bahwa untuk perayaan HUT RI tahun 2018 harus beda dan ada Hiburann Akbar dan sekarang ini kita laksanakan berupa Sandiwara Jawa", demikian jelasnya.






HUT RI Ke 73 Tingkat Kecamatan Ujungjaya Hanya Upacara

Ada yang beda pada peringatan kemedekaan RI ke 73 di tingkat kecamatan Ujungjaya tahun 2018 ini. Biasanya peringatan HUT RI berlangsung meriah dengan adanya iring-iringan pawai pembangunan. Namun pada tahun ini peringatan HUT RI di kecamatan Ujungjaya hanya dilaksanakan berupa Upacara saja. Hal ini dilakukan karena selain waktu yang tanggung karena bertepatan dengan hari Jumat, tapi juga menurut Panitia ini dilakukan agar Upacara lebih tertib tidak terganggu oleh aneka kreasi pawai yang dibawa peserta tiap desa.

Upacara pengibaran dilaksanakan sekira pukul 09.00 dipimpin oleh Camat Ujungjaya Didin Herawan sebagai Inspektur upacara. Sebelum upacara dilaksanakan peserta upacara dihibur oleh penampilan Drumband dari tiap Sekolah yang ada di Ujungjaya. Dan yang menarik adalah hampir tiap sekolah termasuk SD sudah banyak yang memiliki tim Drumband. Adapun Upacara penurunan dilaksanakan pada jam 17.00 dan Danramil Tomo bertindak sebagai inspektur Upacara.





Friday, July 27, 2018

KKN UPI Sumedang Opsih Bersama Warga Sakurjaya


KKN UPI Sumedang di Desa Sakurjaya mengadakan kegiatan opsih bareng warga Dusun Cilega Sakurjaya. Kegiatan Jumsih memang sering dilaksanakan warga Sakurjaya terutama oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tiara yang ada disana. KKN UPI sendiri mengagendakan kegiatan Opsih tersebut akan dilaksanakan setiap hari Jumat, Demikian dikatakan salah satu Mahasiswa KKN Hendra. 

Jumlan KKN UPI yang ada di Sakurjaya ada 23 Orang, terbagi 2 (dua) kelompok. 11 orang di Dusun Cilega dan 12 orang di Dusun Cikoang. mereka akan berada di Sakurjaya selama 40 hari atau sampai 26 Agustus nanti. Mereka membawa Program Pos Daya untuk dikembangkan di Desa Sakurjaya.

Pemerintah Sakurjaya sendiri menyambut hangat adanya KKN UPI di wilayahnya. "Kami berterimakasih kepada UPI yang telah mengirimkan mahasiswanya untuk KKN di Sakurjaya, semoga dengan adanya KKN bisa membawa dampak baik bagi warga kami" demikian dikatakan Ade Rasip Kaur Perencanaan Desa Sakurjaya.



Sunday, April 22, 2018

Warga Dusun Cikoang Gelar Tasyakur dan Peringatan Isro Mi'raj

Berhasilnya proses tukar guling tanah Cikoang menjadi tanah hak milik dan telah resmi bersertifikat membuat warga Cikoang merasa gembira. Hal ini memunculkan keinginan mereka untuk menggelar tasyakuran atas nikmat kebahagian yang mereka dapat tersebut. Maka pada Minggu 22 April 2018, warga Cikoang menggelar Tasyakuran sekaligus memperingati Isro Miraj. 

Acara yang digelar di depan Mesjid Al-Falah Cikoang itu berlangsung sangat meriah. Hadir Seluruh warga dusun Cikoang dan warga dari Desa Sakurjaya lainnya seperti Warga Cilega, Cikuleu, Citalok dan dari luar Desa seperti Desa Ujungjaya dan bahkan Desa Kertajaya Majalengka. Hadir juga Camat Ujungjaya berserta jajaran, Kepala Desa Sakurjaya beserta perangkat dan unsur Kepolisian .

Adapun kiyai yang mengisi acara tersebut adalah Ust. Dadang Mubarok (DM) dari Lampung, sementara Pembacaan ayat Al-Qur'an dan Shalawat Oleh  Moch. Aceng Rosadi dari Conggeang. Acara berlangsung tidak membosankan karena diselingi guyonan oleh Bintang tamu Ginanjar 4 Sekawan. Kehadiran Ginanjar membuat daya tarik pada acara tersebut.

Selain Ginanjar, hal menarik lain adalah adanya Tumpeng Raksasa yang dibuat warga dusun Cikoang sebagi simbol rasa syukur atas karunia yang mereka dapatkan. Tumpeng yang berukuran tinggi 2 meter dengan lebar +- 1,5 meter membuat warga tertarik dan ingin berphoto didepan tumpeng tersebut.



Friday, April 13, 2018

Panitia Pemilihan Kecamatan Ujungjaya Gelar Sidang Pleno DPS Hasil Perbaikan.

Pada Kamis malam 12 April 2018 PPK Ujungjaya mengelar Sidang Pleno Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP). Acara yang digelar malam hari sekira pukul 20.00 WIB bertempat di Aula Kecamatan Ujungjaya. Hadir pada acara tersebut Camat Ujungjaya, Kapolsek Ujungjaya, Danramil Ujungjaya, Komisioner PPK Ujungjaya, Panwascam beserta jajaran juga tentunya para Panita Pemungutan Suara (PPS) dari tiap Desa se Kecamatan Ujungjaya.

Ketua PPK Ujungjaya Dadang Siagan dalam sambutannya menjelaskan bahwa nantinya pemilih harus membawa KTP elektronik (e-KTP) atau Surat Keterangan (Suket) dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) selain tentunya surat undangan memilih (C6) sebagai bukti terdaftar pada Daftar Pemilih Tetap (DPT). Hal senada diungkapkan Camat Ujungjaya Didin Hermawan beliau menjelaskan bahwasanya masih banyak penduduk Ujungjaya yang belum memiliki e-KTP yaitu sekitar 844 orang, namun sampai hari Kamis sudah ada 427 orang yang memperoleh SUKET jadi sekitar 417 orang lagi yang belum mempunyai Suket. Pemerintah Kecamatan Ujungjaya terus mendorong perolehan e-KTP atau Suket kepada warga ujungjaya dengan mengeluarkan Himbauan melalui desa desa di Ujungjaya utuk segera melakukan perekaman e-KTP di kecamatan Ujungjaya.

Hasil Pleno menetapkan ada 24.343 daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP) terdiri dari 11.889 laki-laki dan 12.454 perempuan. Menurut Anggota PPK Ujungjaya yang membidangi Data Kapak Deni Wijaya "DPSHP ini sebenarnya adalah merupakan Bahan Jadi dari dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) kecamatan Ujungjaya. DPSHP ini akan dibawa ke Rapat Pleno DPSHP KPU Kabupaten Sumedang pada 19 April 2018 dan nantinya kalau sudah ditetapkan tentunya DPSHP tersebut akan menjadi DPT Ujungjaya pada PILkada tahun ini" demikian dipaparkan Deni. 

Masih ada sampai tanggal 19 sebenarnya bagi pemilih yang memang belum terdata dan atau belum memilik e-KTP atau Suket untuk menjadikan namanya tercantum dalam DPT, jadi PPK dan Pemerintah Kecamatan terus menghimbau kepada warga yang belum memiliki e-KTP atau Suket agar segera membuatnya. 

Walaupun nantinya ada daftar Pemilih Tambahan atau DPTb untuk pemilih yang benar-benar ingin memilih dan belum terdata tetapi memiliki e KTP, tapi itu nanti akan menggunakan Surat Suara Tambahan yang jumlahnya tentunya terbatas. Jadi Pastikan Warga Ujungjaya semua terdaftar sebagai pemilih.



Pemilihan Pengurus Harian BKAD Ujungjaya Berlangsung "Menegangkan"

Pada Kamis 12 April 2018, Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Ujungjaya mengelar Pemilihan Kepengurusan BKAD periode 2018-2024. Acara yang digelar di Gedung UPK/UPDB Ujungjaya itu dihadiri oleh para anggota Badan Kerjasama Desa (BKD) dari tiap desa yang masing-masing berjumlah 6 orang. Selain itu hadir juga Camat Ujungjaya, para Kepala Desa juga pengurus unit-unit kelembagaan BKAD yaitu ; UPDB/UPK, Tim Verifikasi, Tim Pendanaan Pinjaman (TP2), Badan Pengawas (BP, dan Tim Penyehatan Pinjaman Bermasalah (TPPB).

Acara tersebut digelar untuk memilih Pengurus Harian BKAD yang sudah habis jabatannya yaitu Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Ada 5 orang yang mengikuti pencalonan kepengurusan tersebut, yaitu 2 orang mengikuti pencalonan ketua BKAD, 2 orang untuk Sekretaris BKAD, dan hanya 1 orang yang mengikuti pencalonan bendahara BKAD.

Calon Ketua BKAD yaitu : Bapak Oom Kartomadjaja (incumbent) dan Bapak Rd. Iman Firmansyah (sebelumnya menjabat ketua BP). Calon Sekretaris BKAD yaitu Bapak H Maman Rahman (Incumbent) dan Bapak Cucup (sebelumnya menjabat Anggota Tim Verifikasi). Dan Calon bendahara hanya satu yaitu Ibu Titim Himayah yang merupakan isteri dari Kepala Desa Ujungjaya Bapak Asep Casdita.

Acara pemilihan dipimpin oleh ketua panitia pemilihan yaitu Bapak Hendi Rohendi Hermawan yang juga menjabat Ketua Apdesi juga Kepala Desa Keboncau. Jalannya pemilihan dibagi 3 yaitu pemilihan ketua, pemilihan sekretaris dan pemilihan bendahara. Pemilihan seperti hal nya pemilihan umum atau Pilkada atau juga pemilihan kepala desa. Setiap orang/pemilih diberikan surat suara untuk dipilih dengan cara mencontreng, melingkari dan atau mencoblos pada salah satu nomor dan atau nama calon.

Hasil pemilihan pertama yaitu pemilihan ketua BKAD diperoleh hasil yang signifikan dimana Bapak Rd. Iman Firmansyah terpilih menjadi ketua BKAD Ujungjaya yang baru dengan memperoleh suara 29 suara atau unggul 10 suara dari Bapak Oom Kartomadjaja yang hanya memperoleh 19 suara.

"Menegangkan" pada penghitungan suara calon sekretaris, dimana setelah susul menyusul raihan suara yang cukup ketat, diperoleh hasil akhir Bapak Cucup terpilih menjadi Sekretaris BKAD Ujungjaya dengan memperoleh Suara 26 Suara unggul tipis dari Bapak H. Maman Rahman yang memperoleh 21 suara.

Sementara itu untuk pemilihan Bendahara BKAD, karena hanya ada satu pasangan calon, peserta rapat sepakat untuk menetapkan Ibu Titim Himayah menjadi Bendahara BKAD yang baru menggantikan Ibu Lina Marlina.

Kami tim ujungjaya online mengucapkan Selamat kepada Pengurus Harian BKAD yang baru terpilih, semoga bisa membawa BKAD ujungjaya lebih maju dan Harmonis.







Desa Sakurjaya Gelar Peringatan Isro Mi'raj

Pada Rabu 11 April 2018, Pemerintah Desa Sakurjaya bersama DKM Al-Ikhlas menggelar Peringatan Isra Mi'raj. Acara ini agak berbeda dengan kegiatan peringatan hari besar Islam lainnya karena digelar di Halaman Kantor desa Sakurjaya dan Mesjid Al-Ikhlas pada malam hari sekira ba'da Isya. Hadir pada acara tersebut Kepala Desa Sakurjaya beserta Perangkat, Kapolsek Ujungjaya, Jajaran DKM Al-Ikhlas, Para Ketua RT/RW se Desa Sakurjaya, Ibu-ibu pengajian Al-Hidayah juga warga masyarakat dari Dusun Cilega, Cikoang, Cikuleu dan Citalok.

Adapun penceramah yang mengisi acara tersebut adalah Kyai H. Eme dari Majalengka. Beliau memaparkan sejarah Isra Mi'raj dan Pelajaran yang bisa diambil dari Kejadian tersebut. Penyampaian penceramah yang jelas dan sesekali diselingi guyonan dan nyanyian membuat para jemaah terlihat nyaman menyimak paparan Al Ustad. Salah satu jemaah yang ditemui ujungjaya online Bapak Ade Rasip mengatakan "Kyai Eme memang pandai membawa situasi jamaah, beliau menyampaikan dakwah dengan luwes dan jelas, selingan guyonan dan nyayian membuat kita mustami' tidak merasa jenuh dan ngantuk" jelasnya.



Sunday, March 18, 2018

Syukuran Gusaran dan Lahiran Putri-putri Yayasan Tiara

Keluarga Besar Yayasan Tiara Ajmala Zahra hari-hari ini disibukan dengan kegiatan menjelang Syukuran Gusaran dan Lahiran Putri-putri dari Pimpinan Yayasan Tiara yaitu Bapak Ade Rasip Ibu Hani Herliani. Kegiatan yang akan digelar pada Minggu, 1 April 2018 itu memang membutuhkan persiapan yang matang karena akan mengundang lebih dari 2000 orang dan akan ditampilkan beberapa Kesenian, diantaranya Organ tunggal, Calung, Kuda Renggong, Pentas Seni Pencak Silat, Qasidah Hadroh dan Jaipongan Klasik Kliningan.

Ditanya tentang banyaknya kesenian yang akan ditampilkan, Pimpinan Yayasan Tiara Menjelaskan "Ini sekalian kita memperingati Hari Jadi Yayasan Tiara, terus yang kita tampilkan kebanyakan adalah kesenian asal daerah atau desa sendiri yaitu Desa Sakurjaya, jadi kita ingin mengangkat budaya seni lokal" demikian ujar Ade Rasip yang juga menjabat sebagai Kaur Perencanaan di Desa Sakurjaya.

Semoga acara ini bisa berjalan dengan lancar. dan putri-putri Pak Ade Rasip menjadi Anak-anak yang Sholehah. Amiin.

Undangan.



Monday, February 12, 2018

DPRD Dapil 4 Ikuti Musrenbang Kecamatan Ujungjaya di Keboncau

Tak seperti biasanya, Musrenbang tingkat Kecamatan Ujungjaya tahun 2018 digelar di salah satu desa yaitu Desa Keboncau. Memang banyak hal yang berbeda pada Musrenbang tahun ini diantaranya : dari pakaian ; Peserta laki-laki memakai salontreng, perempuan memakai kebaya, dari usulan; sudah dibahas pada pra musrenbang sebelumnya jadi tidak terlalu melebar dan terdapat usulan yang belum pernah ada pada musren sebelumnya yaitu pengadaan Cator pengangkut sampah. Hal lain yang lebih baik dari sebelumnya adalah kesediaan Para Anggota DPRD dapil 4 yang bersama-sama ikut berdialog dan bermusyawarah.

Musrenbang yang digelar pada Senin, 12 Pebruari tersebut sejatinya adalah musyawah dalam rangka penyusunan RKPD Kabupaten Sumedang tahun 2019, namun terkadang seperti biasanya peserta terlarut kedalam Pagu Indikatip Kewilayahan atau PIK yang dana untuk tahun 2019 menurun dratis yang hanya sekitar 556 juta. Dengan difasiltasi FDM Lina Marlina peserta sepakat membagi Pagu tersebut menjadi 60% kegiatan Pisik dan 40% kegiatan lainnya. Akhirnya muncul 3 Usulan yaitu sebagai berikut :
  1. Pembangunan TPT Jalan Cardawinata desa Sukamulya, sebagai pilihan kegiatan Pisik 60%
  2. Pengadaan Cator Pengangkut sampah di Desa Sakurjaya, Cibuluh, Cipelang, Palabuan dan Keboncau
  3. Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) di Desa Ujungjaya
Proses musrenbang memang sangat dinamis beberapa peserta memanfaatkan kesediaan Dewan yang ikut serta pada musyawarah tersebut. seperti halnya delegasi Sakurjaya yang menanyakan serta mengusulkan beberapa rencana diantaranya ; 
  1. Berharap Status perumahan Pamoyanan menjadi aset Pemda Sumedang dan dikelola oleh Desa Sakurjaya, 
  2. Adanya Stadion Olahraga di wilayah tanah Provinsi di Desa Sakurjaya
  3. Adanya Pengembangan Wisata Air di embung Cibatok Cikuleu
  4. Adanya Bumi Perkemahan di Cikuleu
  5. Adanya tempat atau komplek rest area dan pusat penjualan produk di kawasan Dapung Cilega
  6. Serta adanya Stasiun Penyiaran Televisi Daerah.
Menurut Ade Rasip Kaur Perencanaan Desa Sakurjaya yang mengusulkan hal tersebut, memaparkan bahwa "kita memang harus punya rencana yang beda. tidak hanya jalan, drainase atau yang biasa kita bangun lainnya, sebab ketika jalan sudah bagus, drainase TPT sudah bagus, Pasilitas Masyarakat sudah bagus semua kita harus bisa membangun yang lain, jangan sampai kita kebingungan mau membangun apa ketika dana desa terus ada,  jadi perencanaan besar jangan takut untuk dimasukan kedalam rencana pembangunan". demikian pungkasnya.





Saturday, February 3, 2018

Sakurjaya Persiapkan Musrenbang 2018



Jelang digelarnya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2018 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2019, Pemerintah Desa Sakurjaya Sibuk menyiapkan segala sesuatu sebagai bahan Musrenbang. Waktu yang mepet membuat persipan tidak optimal. “Saya terkejut ketika mendapat informasi Desa Sakurjaya harus melaksanakan Musrenbang pada Senin 5 Pebruari 2018, karena kabar tersebut baru diterima hari Jumat. Sementara hari Sabtu dan Minggu kan Libur. Terpaksa hari ini dan besok  kita ga Libur” .Demikian ungkap Kaur Perencanaan Desa Sakurjaya saat ditemui di Kantor Desa Sakurjaya.

Ditanya tentang susunan Acara  Musrenbang Desa Sakurjaya 2018 Ade menjelaskan “ inti musrenbang kan melaporkan kegiatan yang sudah dilaksanakan tahun 2017, Membahas kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun ini (tahun 2018), serta menyusun rencana kegiatan untuk tahun depan (tahun 2019), kami sedang menyusun susunan acaranya. Kita akan mulai jam 08.30 dan semoga bisa selesai sebelum Dzuhur. Saya memang cukup bingung kalo Musrenbang karena itu hajat besar kita semua terutama saya yang mengurusi hal tersebut, bingung karena kan belum ada anggaran, sementara kita harus mengundang banyak orang, rencana kita undang 100 orang peserta ditambah tamu undangan dan Tim Musren Kecamatan. Yah lumayan Pusing lah” demikian pungkasnya.

Musrenbang tahun ini cukup spesial karena akan merumuskan kegiatan tahun 2019 yang notabene akhir dari jabatan Kuwu sekarang ini. Ya semoga kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar.



Monday, January 29, 2018

KPU Verifikasi Faktual Lagi Pasangan Bakal Calon Bupati Sumedang.



Pasangan bakal calon Bupati Sumedang dari jalur perseorangan mesti mengumpulkan syarat dukungan lagi Bahkan syarat dukungan yang mesti dikumpulkan ketiga pasangan ini mesti dua kali lipat dari kekurangan.

Tiga pasangan balon Bupati dari perseorangan ini sesudah dilaksanakan verifikasi administrasi dan faktual masih kurang dari syarat dukungan paling kecil, 62.859 dukungan.

“Hasil pleno KPU tentang verifikasi faktual, kebanyakan pasangan mesti menyerahkan lagi dukungan dikarenakan masih kurang dari syarat paling kecil dukungan. Dukungan yang diserahkan ke KPU mesti dua kali lipat dari kekurangan,” kata Ketua KPU Sumedang, Hersa Santosa.

“Penyerahan perbaikan dukungan dilaksanakan 18-20 Januari 2018. Ketiga pasangan bakal calon perseorangan ini diperbolehkan untuk melaksanakan pendaftaran pasangan calon bersamaan dengan pendaftaran dari partai politik,” katanya.
KPU hendak melaksanakan verifikasi administrasi dan faktual semenjak penyerahan perbaikan dukungan hingga sebelum dilaksanakan kebanyakan pasangan calon memenuhi persyaratan dalam awal Februari.

Pasangan Zaenal Alimin-Asep Kurnia  yang memenuhi syarat 55.706. Pasangan ini masih kekurangan 7.153 dukungan lagi dan sesuai aturan mesti menyerahkan ke syarat dukungan perbaikan dua kali lipatnya atau 14.306 dukungan fotokopi KTP elektronik atau surat keterangan.
Pasangan bakal calon Setya Widodo dan Sonia Sugian sebesar 16.758 dukungan yang memenuhi syarat dan masih kekurangan 46.101 dukungan atau harus menyerahkan  92.202 dukungan lagi.
Sementara itu pasangan Ecek Karyana dan Tatang dukungan yang memenuhi syarat 37.151. Pasangan ini kekurangan 25.708 dukungan dan mesti menyerahkan perbaikan dukungan ke KPU sebesar 51.416 dukungan.