Friday, October 13, 2017

Desa Sakurjaya Percayakan Urusan Kebersihan Lingkungannya ke KSM/Bank Sampah Tiara.



Mempunyai lingkungan yang bersih tentu menjadi harapan setiap orang. Hal itu bisa terwujud bila sistem pengelolaan sampahnya berjalan dengan baik. Sampah yang tidak terkelola dengan baik, selain membuat lingkungan menjadi kotor juga bisa menimbulkan beberapa masalah seperti banjir, bibit penyakit dan bau tak sedap.

Isu strategis wilayah Ujungjaya sebagai kawasan industri disikapi pemerintah Desa sakurjaya untuk membentuk sebuah lembaga yang mengurusi kebersihan, maka dibentuklah Kelompok Swadaya Masyarkat (KSM) Tiara. Kelompok yang diketuai H. Maman Rachman tersebut dipercayakan untuk mengurusi masalah sampah di Desa Sakurjaya. “Nanti Sakurjaya akan berada dikawasan industri, bila sampahnya tidak dikelola dengan baik maka pasti akan menimbulkan masalah seperti banjir” demikian dikatakan Kepala Desa Sakurjaya Yaya Jaedi Wijaya. Ditemui ditempat yang berbeda Manager KSM Tiara Sekaligus Kaur Perencanaan Desa Sakurjaya Ade Rasip mengatakan “Salah satu perencanaan  penting kita memang membuat lingkungan yang bersih hal itu kita lakukan dengan membangun sistem drainase yang baik, dan tentunya harus ditunjang dengan pengelolaan sampah yang baik, saya suka ngeri kalau lihat berita banjir di televisi, saya tidak ingin itu terjadi di Sakurjaya”. Hal senada diungkapkan Sekretaris Desa Sakurjaya Iim Muhyidin “kita akan mendukung dan mengupayakan  sistem pengelolaan sampah ini bisa berjalan dengan baik” jelasnya.

KSM tiara berdiri sejak 21 Pebruari 2017. Dengan usia yang masih dini tentunya banyak kendala dihadapi diantaranya sarana prasarana yang masih kurang. KSM Tiara hanya memiliki satu buah cator sebagai alat angkut sampah dan sebuah kontener untuk Tempat Penampungan Sementara sampah yang selanjutnya diangkut ke TPA Cibeureum Cimalaka. Kendala lainnya seperti biaya operasional yang pas-pasan dalam sebulan biaya operasional bisa mencapai 3,5 juta, hal itu digunakan untuk honor pekerja 2 orang, bahan bakar kendaraan dan biaya angkut sampah dari Kontener di Perum Pamoyanan ke TPA Cibeureum yang biayanya 350 ribu per sekali narik.”Kita bisa 3 kali narik dalam sebulan artinya biaya buang sampah aja lebuh dari 1 (satu) juta perbulan, kita pengurus belum mikir ada honor atau engga, mungkin kedepan kita akan giatkan bank sampah dengan harapan ada nilai jual yang berguna untuk insentif pengurus”.demikian dikatakan Ade Rasip.

Belum adanya alat pengolahan juga membuat volume sampah yang dibuang ke TPA cukup banyak. Sampah di Sakurjaya hanya dipilah sampah-sampah yang punya nilai jual seperti botol minuman air mineral, Kardus, Besi, Kaleng dan Kertas. Semoga kedepan KSM TIARA punya mesin pengolah organik maupun mesin pengolah Plastik, sehingga sampah bisa diolah dan bisa menghidupi kelangsungan KSM Tiara.

Photo aktivitas Pekerja di KSM Tiara Desa Sakurjaya



Photo Pembukaan KSM Tiara, Kegiatan Pengambilan Sampah dari Warga, Photo Sekretariat, Photo TPS Kontener di Perum Pamoyanan.






No comments:

Post a Comment